PADANG – Kebakaran terjadi di kawasan pertokoan padat di Jalan Samudra, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Minggu pagi (20/7/2025). Setelah menerima laporan, tim pemadam kebakaran dari Pemko Padang segera menuju lokasi.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Tim kami mulai bergerak sekitar pukul 05.38 WIB dan tiba di lokasi pada 05.43 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 06.10 WIB. Dalam penanganan ini, kami mengerahkan dua unit mobil damkar dan 30 personel,” ujar Rinaldi, Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Menurut Rinaldi, meskipun tim bergerak cepat dan bekerja keras, lima petak toko tetap hangus terbakar dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.35 WIB tersebut.
“Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini,” tambahnya.
Bangunan yang terbakar adalah toko-toko yang berada di kawasan pertokoan padat, tepatnya di RT 003 RW 004, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat.
“Lima petak toko terbakar habis, dengan luas area sekitar 15 x 8 meter persegi. Tiga petak toko lainnya yang berada dekat lokasi juga sempat terancam, tapi berhasil kami selamatkan. Area yang bisa kami amankan sekitar 15 x 15 meter persegi,” jelas Rinaldi.
Tiga orang penyewa toko yang terdampak dalam kebakaran ini antara lain:
- Zulhendri (48), pemilik usaha minuman Kopmil Taplau,
- Pipit Suryani (44), penyewa toko untuk usaha rental motor mainan anak,
- Ade Saputra (37), pedagang makanan.
Penyebab Masih Diselidiki
Rinaldi menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih belum diketahui.
“Kami belum bisa pastikan sumber api berasal dari mana, karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait,” ujarnya.
Selain kerugian materi, kebakaran ini juga menyebabkan kerusakan fisik pada bangunan. Empat petak toko mengalami kerusakan berat, dan satu petak lainnya mengalami kerusakan ringan. Namun karena toko-toko tersebut tidak dihuni, tidak ada warga yang mengungsi.
